Panggung
Sebuah sajak yang tidak ada habisnya,
Tentang kamu yang selalu berdiri di panggung indah itu dan aku duduk di
bangku ini,
Kamu akan selalu sejauh itu,
Kita akan selalu berjarak sejauh ini,
Kamu, adalah pelipur lara dengan tawa candamu disana,
Aku, adalah satu dari sekian banyak yang mengagumimu,
Berjuang untukmu adalah hal yang sangat biasa kulakukan,
Kadang, aku bertanya bagaimana rasanya diperjuangkan olehmu?
Ah, maaf aku hanya berandai,
Tak pantas rasanya aku berharap rasaku berbalas jika hanya dengan satu
senyummu untukku,
aku merasa semua sudah seimbang, rasanya seperti..
Seperti aku sudah memenangkan hatimu,
Seperti kamu adalah duniaku,
Tidak, kamu memang duniaku,
Sejak kamu berdiri diujung sana, disaat mataku bertemu sosokmu untuk
pertama kalinya,
Benar, kamu memiliki daya tarik yang sangat kuat,
Duniaku....
Aku sangat memuji sang pencipta karena telah menciptakanmu diduniaku
yang sepi ini
Maaf, aku hanya dapat memperjuangkanmu sejauh ini,
Maaf, aku hanya mampu menahan rasa sakitnya sampai detik ini,
Maaf, jika aku sudah lelah dan menyerah, aku akan mundur perlahan,
Menarik eksistensiku dari bangku yang biasa ku tempati dan merelakannya
untuk diambil orang
lain,
Untuk menatapmu,
Untuk mengagumimu,
Untuk menunggumu,
Dari sisi terbaik,
Menunggumu untuk juga memilih dari sekian banyak yang menontonmu disini,
Siapa aku yang berani berharap kamu memilihku,
Siapa aku yang berani memintamu juga berjuang untukku,
Untukmu, aku rela memberimu apapapun,
Matamu cukup mendefinisikan hal yang ingin kulihat,
Bibirmu cukup mendefinisikan hal yang ingin kukatakan,
Menatapmu...hanya menatapmu,
Kamu dan aku hanya akan berjarak sejauh ini,
Sangat jauh....
June 6, 2019
-Nay-
Komentar
Posting Komentar